Dalam sebuah desain bangunan, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah sistem evakuasinya, khususnya evakuasi pada saat adanya bahaya kebakarn atau bahaya lain seperti serangan teroris.
Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah program STEPS atau Simulation of Transient Evacuation and Pedestian Movements. STEPS sudah menggunakan teknologi visualisasi 3D.
Untuk memulai program ini, maka harus membuat geometri bangunan dengan mengimpor CAD files. Setiap lantai pada bangunan harus dihubungkan dengan tangga dan pintu darurat yang sesuai dengan desain bangunan. Pada program ini para pengguna bangunan dapat diberi karakteristik yang sesuai dengan masing-masing pengguna, misalnya ukuran, kecepatan, dan kesabaran. Hal tersebut tentu akan mempengaruhi pergerakan individu tersebut.
Dalam simulasi tersebut, model ini memadukan antara karakteristik pengguna dan bentuk geometri bangunan untuk menentukan pergerakan seseorang dalam proses evakuasi. Dalam model ini bangunan terdiri dari beberapa sel (bagian kecil), jika seseorang berada dalam suatu sel maka tidak mungkin orang lain untuk masuk ke dalam sel tersebut. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi penumpukan yang menghambat evakuasi. Seseorang akan bergerak dalam kecepatan maksimalnya (dapat diatur pada tingkat yang berbeda untuk individual atau groups) ke sel selanjutnya dan menuju ke jalur pintu darurat.
Adanya serangan teroris menyebabkan banyak orang meminta sistem keamanan dan evakuasi yang lebih canggih. Prinsip dasarnya adalah sistem keamanan dan evakuasi dari api terinspirasi dari serangan teroris.
Di bawah UK Building Regulations, bangunan di desain untuk mealawan api, di samping itu untuk menghentikan penyebaran api dan melindungi jalan keluar dari panas dan gas beracun.
Semua bangunan mengingikan sistem seperti itu dan untuk merealisasikannya dubituhkan penghitungan matematis yang akurat untuk menghitung lebar tangga, jumlah lantai, dan jumlah pegawai yang masuk tangga di tiap lantai. STEPS memberikan data yang akurat yang meru pakan hasil dari penggabungan aliran pergerakan dan interaksi pengguna serta memberikan kita perkiraan simulasinya.
Contoh bangunan yang sudah menggunakan aplikasi STEPS adalah The Leadenhall Building. Merupakan bangunan perkantoran yang lebih dari 40 lantai, didesain oleh Roger Stirk Harbour&partner terletak di jl. Leadenhall122, London. Seperti umumnya bangunan tinggi di London Financial District, insiden yang berbahaya dalam bangunan ataupun sekitarnya harus diperhatikan. Misalnya, apakah design bangunan memungkinkan untuk mengevakuasi pengguna dalam waktu singkat, atau apakah desainnya harus diubah?
Desain harus menunjang untuk evakuasi pada semua lantai secara bersamaan. Hal tersebut dapat diputuskan menggunakan model STEPS. Komponen penyelamatan darurat pada bangunan ini adalah 2 tangga utama selebar 1,2 m yang diletakkan di sisi yang berlawanan dan menghubungkan dengan lantai dasar.
STEPS memperkirakan dimana kendala pada masing-masing lantai akan muncul dan menentukan waktu bagi semua pengguna untuk melarikan diri. Pada evakuasi, semua pengguna menggunakan tangga darurat, sehingga area tersebut menjadi penuh. Walaupun begitu, waktu untuk evakuasi masih tergolong masuk akal, sekitar 30 menit.
Model STEPS membuat kita dapat mendemonstrasikan bahwa evakuasi pada bangunan dapat di capai dalam waktu yang masuk akal, tanpa antian yang terlalu banyak, atau bagaimana cara orang melarikan diri. Waktu evakuasi bisa duibah secara signifikan apabila lift dapat digunakan. Dengan perkiraan melalui 3D evakuasi model di komputer, hasilnya dapat dipresentasikan secara jelas.

aq ga ngerti CAD....
BalasHapusheh ehe h.,.,.
era digital telah datang, tinggal bagaimana kita menanggapi dan mempersiapkan diri untuk menhadapi...namun, freehand juga diperlukan menjadi basic sebagai seorang designer :-)
BalasHapusteknologi bikin karya arsitektur semakin perfect ya..
BalasHapusfaktor keamanan merupakan faktor yang penting dalam arsitektur kan, apa jadinya kalo sebuah karya arsitektur cuma indah, dan kokoh, tapi ga aman dan sistem evakuasinya berbelit.. hohoohoho.. ga jadi keren lagi tuh karya.. hehehhehe..
adanya simulasi bikin arsitek tamah gampang dala berkarya, efisien tenaga, waktu dan ga bikin pikiran penuh..
salut deh buat teknologi jaman sekarang..
keren..
:) :) :)
MUTIARA CININTA
hey you there,,visit my blog
http://tripledoubleyu.blogspot.com/
Semakin banyak faktor2 penunjang yang membantu kita dalm pengerjaan desain..
BalasHapusMari berkarya..
wedew?
BalasHapuskeren ya!
bisa ya ternyata ngitung berdasarkan karakteristik orang kayak kecepatan dan kesabaran? kalau udah bawaannya panik biasanya kan orang langsung lari pontang panting nyelamatin diri tanpa mikir macem2 lagi,, langsung ambil langkah seribu ... jadi lewat karakteristik itu bisa kebaca ya? whohohoohoo! duh penasaran gimana sistemnya,,, eh sel yang dimaksud di sini sel kayak apa sih? penasaran,, hweheheheh! :D
Yang jelas dengan komputer modelling ini angka keamanan bangunan akan semakin tinggi. Kita dapat memperhitungkan dengan lebih presisi berapa waktu yang dibutuhkan untuk evakuasi, bagaimana interaksi dan pergerakan orang di dalam pada keadaan darurat. Simulasi ini sebisa mungkin mendekati kenyataan sehingga desain yang aman dapat direalisasikan Nah, sebernarnya seberapa presisikah software modelling ini?
BalasHapuswah....software apa lagi ni.keren bgt.
BalasHapusprogram ini membuat sebuah karya arsitektur memiliki tingkat keselamatan yang cukup tinggi.
Di Indonesia udah ada yang pke program ini????
makasih.
jngn lupa k blogku y.sec 6.2
fietroh89.blogspot.com
hemm.parameter perancangan dapat diilustrasikan dalam dunia digital bahkan untuk perancangan jalur evakuasi...
BalasHapuswawww..ternyata....program2 digital qt keren2!!!
BalasHapusdapet satu lagi program simulasi yang berguna.
BalasHapusdilihat dari penjelasan di atas, program simulasi ini sepertinya sangat mendetail.
hal ini dapat dilihat dari banyaknya input data yang dapat dimasukkan dalam program simulasi
satu lagi program yang patut dicoba
Seharusnya pemerintah yang selama ini menentukan standard2 bangunan berpatokan kepada software ini..Terbukti lebih akuran dan realistis..
BalasHapusOh ya, berarti software ini juga dapat dipadukan dengan software yang dibahas pada section 5.4 y? yang bisa menentukan apakah konfigurasi bangunan tersebut memiliki ketahanan yang baik saat terjadi kebakaran..
Wah,semakin maju teknologi semakin membuat faktor keamanan lebih mudah dicapai..^^
huwaa ada simulasi evakuasi juga toh??
BalasHapushebatnya dunia dijital ini hampir sama kaya yang fire protecting itu brti ya?
^^simulasi terjadinya keadaan darurat pada sebuah bangunan sangat penting, apalagi dengan program STEPS atau Simulation of Transient Evacuation and Pedestian Movements dapat membantu memudahkan evakuasi pada saat terjadi keadaan darurat (misal kebakaran pada bangunan).. ok nih program..
BalasHapusbagus ya, kira2 kampus kita sudah pernah dianalisis pake program STEPS blom yaaa
BalasHapushehe.
tp menarik bgt program ini, jadi kita bisa melakukan langkah preventif
kalo yang tadi di bilang penangan buat teroris juga ada, brarti di indonesia itu digunakan buat bangunan bangunan yang penting, tapi antara perhitungan komputer dan realita keselamatan nya apakah itu benar benar dapat dipastikan??
BalasHapuskarena pada waktu kejadian nyata atau waktu bencana itu terjadi (entah alam atau pun teroris) kan keadaan menjadi panik dan tidak terkendali...???
kan di kesimpulan nya dibilang progam STEP Dengan perkiraan melalui 3D evakuasi model di komputer, hasilnya dapat dipresentasikan secara jelas. apakan itu benar benar terbukti???
software tentang simulasi evakuasi???WOW...
BalasHapusi should have that one!!!
ehm...tulisannya kecil sekali..Q berjuang penuh untuk membaca niy...
wah, bisa menghadapi teroris juga?
BalasHapusmantabs!
simulasi evakuasi?
BalasHapushmmm
dari sekian banyak software yang dijelasin di blog2 lain, bisa gagg se saling dukung
misal sketch up bisa dirender di 3Dmax
nah kalo yang baru2?microstarion?DoX?
Uhm…. Cara yang sangat menguntungkan bagi kita pengguna bangunan. Tidak banyak perancang yang bersedia memikirkan hal ini secara detail. Mungkin, hal ini disebabkan oleh efisiensi waktu—kejar deadline, persediaan dana untuk penelitian, dan minimnya personal yang mampu menguasai program. Diharapkan pada masa kini dan mendatang orang sudah mulai peduli pada keselamatan, tidak hanya pada kenyamanan dan keindahan belaka.
BalasHapusProses pengerjaan ini sangat rumit, bayangkan, suatu desain awalnya diciptakan, kemudian dilakukan penelitian keselamatan pada proses evakuasi. Jika ditemukan kecacatan pada desain, yang memiliki prosentase cukup besar, maka akan dilakukan re-desain, kemudian diteliti lagi, begitu seterusnya. Memang hasil yang tercipta sangat memuaskan, dan sangat menguntungkan. Sempurna dalam perancangan, namun jarang ada investor yang bersedia menanggung waktu lama dan pendanaan yang besar untuk proyek ini. Uhm, itu mungkin dahulu, saat orang hanya memikirkan sedikit kepentingan. Diduga, pada waktu mendatang, saat orang-orang mulai banyak yang memikirkan banyak kepentingan—seperti, politik, ekonomi, hokum, dsb, akan banyak teraplikasi cara STEPS ata system permodelan macam ini. Karena masing-masing akan bersaing menciptakan dan menyajikan bangunan yang mendekati kesempurnaan.
Hak asasi manusia sudah saatnya dijunjung tinggi, tidak hanya memikirkan kepentingan estetika dan keuggulan bangunan semata. Saatnya manusia lebih diunggulkan dari bangunan itu. Dengan permodelan ini, berarti sama saja dengan mengunggulkan kepentingan manusia dari pada bangunan itu. Namun, bukan berarti bangunan itu tidak dapat menjadi unggul. Bangunan akan unggul pula, hal tersebut merupakan dampak/akibat dari kualitas pelayanan bangunan. Bangunan diciptakan sesungguhnya adalah untuk melayani kebutuhan manusia, manusia butuh perlindungan, nyaman, aman, dan senang. Saatnya lah menyempurnakan pelayanan untuk manusia sebagai customer.
Wah ada software pencegah serangan teroris juga to.
BalasHapusTapi apakah software ini bisa menjamin keselamatan orang yang ada di dalam gedung ini??
Situasi saat terjadi teror kan bisa berubah dari detik ke detik to.