Rabu, 04 Maret 2009

Computer Modelling Evacuation Scenarios

Diskusi yang ke 2 sekarang tentang model sistem evakuasi yang menggunakan teknologi canggih alias komputer.

Dalam sebuah desain bangunan, salah satu hal yang penting untuk diperhatikan adalah sistem evakuasinya, khususnya evakuasi pada saat adanya bahaya kebakarn atau bahaya lain seperti serangan teroris.
Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah program STEPS atau Simulation of Transient Evacuation and Pedestian Movements. STEPS sudah menggunakan teknologi visualisasi 3D.

Untuk memulai program ini, maka harus membuat geometri bangunan dengan mengimpor CAD files. Setiap lantai pada bangunan harus dihubungkan dengan tangga dan pintu darurat yang sesuai dengan desain bangunan. Pada program ini para pengguna bangunan dapat diberi karakteristik yang sesuai dengan masing-masing pengguna, misalnya ukuran, kecepatan, dan kesabaran. Hal tersebut tentu akan mempengaruhi pergerakan individu tersebut.

Dalam simulasi tersebut, model ini memadukan antara karakteristik pengguna dan bentuk geometri bangunan untuk menentukan pergerakan seseorang dalam proses evakuasi. Dalam model ini bangunan terdiri dari beberapa sel (bagian kecil), jika seseorang berada dalam suatu sel maka tidak mungkin orang lain untuk masuk ke dalam sel tersebut. Hal tersebut bertujuan agar tidak terjadi penumpukan yang menghambat evakuasi. Seseorang akan bergerak dalam kecepatan maksimalnya (dapat diatur pada tingkat yang berbeda untuk individual atau groups) ke sel selanjutnya dan menuju ke jalur pintu darurat.

Kebanyakan bangunan di Inggris memakai sistem evakuasi yang ditentukan oleh pemerintah. Dan kebanyakan pada saat terjadi bencana seperti kebakaran, hanya sedikit orang saja yang bisa langsung keluar dari bangunan, sedangkan sisanya hanya menunggu di dalam gedung samapi petugas penyelamat datang untuk menyelamatkan mereka.

Adanya serangan teroris menyebabkan banyak orang meminta sistem keamanan dan evakuasi yang lebih canggih. Prinsip dasarnya adalah sistem keamanan dan evakuasi dari api terinspirasi dari serangan teroris.
Di bawah UK Building Regulations, bangunan di desain untuk mealawan api, di samping itu untuk menghentikan penyebaran api dan melindungi jalan keluar dari panas dan gas beracun.
Semua bangunan mengingikan sistem seperti itu dan untuk merealisasikannya dubituhkan penghitungan matematis yang akurat untuk menghitung lebar tangga, jumlah lantai, dan jumlah pegawai yang masuk tangga di tiap lantai. STEPS memberikan data yang akurat yang meru pakan hasil dari penggabungan aliran pergerakan dan interaksi pengguna serta memberikan kita perkiraan simulasinya.

Contoh bangunan yang sudah menggunakan aplikasi STEPS adalah The Leadenhall Building. Merupakan bangunan perkantoran yang lebih dari 40 lantai, didesain oleh Roger Stirk Harbour&partner terletak di jl. Leadenhall122, London. Seperti umumnya bangunan tinggi di London Financial District, insiden yang berbahaya dalam bangunan ataupun sekitarnya harus diperhatikan. Misalnya, apakah design bangunan memungkinkan untuk mengevakuasi pengguna dalam waktu singkat, atau apakah desainnya harus diubah?

Desain harus menunjang untuk evakuasi pada semua lantai secara bersamaan. Hal tersebut dapat diputuskan menggunakan model STEPS. Komponen penyelamatan darurat pada bangunan ini adalah 2 tangga utama selebar 1,2 m yang diletakkan di sisi yang berlawanan dan menghubungkan dengan lantai dasar.

STEPS memperkirakan dimana kendala pada masing-masing lantai akan muncul dan menentukan waktu bagi semua pengguna untuk melarikan diri. Pada evakuasi, semua pengguna menggunakan tangga darurat, sehingga area tersebut menjadi penuh. Walaupun begitu, waktu untuk evakuasi masih tergolong masuk akal, sekitar 30 menit.

Model STEPS membuat kita dapat mendemonstrasikan bahwa evakuasi pada bangunan dapat di capai dalam waktu yang masuk akal, tanpa antian yang terlalu banyak, atau bagaimana cara orang melarikan diri. Waktu evakuasi bisa duibah secara signifikan apabila lift dapat digunakan. Dengan perkiraan melalui 3D evakuasi model di komputer, hasilnya dapat dipresentasikan secara jelas.